Surat Untuk Vikjen KWI Yang Baru Pulang Dari Tanah Papua

Surat Untuk Vikjen KWI Yang Baru Pulang Dari Tanah Papua
Dokpri Soleman Itlay

Dilayangkan Secara Khusus Kepada Yang Mulia,  Mgr. Antonius Subiyanto OSC, uskup Bandung dan vikaris jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Bandung, Indonesia.

Salam damai Tuhan dan salam hangat dari Papua. Negeri dimana Yang Mulia datang hanya sebentar saja dah pergi kembali begitu saja.

Bapa uskup yang terkasih, terimakasih banyak. Karena bapa uskup sudah datang dari jauh-jauh, Bandung, pulau Jawa untuk mentabiskan pater Leo Pati Pr, pater Angelo Lusi Pr, pater Silvester Dogomo Pr, pater Silvester Bobii Pr, pater Budi Nahiba Pr, diakon Jerickho Buang Lela Pr, dan diakon Ricky Yeuyanan Pr di paroki "Santo Petrus" Mauwa, Moanemani, Papua.

Setelah mendengar bapa uskup akan datang ke Papua, saya dan beberapa umat disini telah menyiapkan beberapa dokumen untuk memberikan kepada bapa uskup. 

Salah satunya adalah "doa, kerinduan dan harapan umat katolik di tanah Papua, khususnya Keuskupan Jayapura dan Timika untuk memiliki uskup baru dari kalangan pastor pribumi katolik Papua".

Tetapi bapa uskup hanya lewat Timika. Dan ini membuat kami sulit untuk saling berjumpa, salaman, dan mempererat hubungan. Juga untuk menyerahkan beberapa surat terpenting bagi kami diatas.

Saya hanya ikuti di media sosial. Disana, misalnya di Jubi yang mulia bicara soal situasi di Intan Jaya. Bapa uskup bilang "Intan Jaya sudah aman. Tidak ada perang lagi".

Saya yakin bapa uskup tidak bicara asal-asalan. Palingan sudah mendapatkan informasi lebih dulu dari para pastor, pengurus gereja dan umat katolik disana.

Bapa uskup sendiri sudah lihat kondisi Intan Jaya secara umum dan katakan bahwa disana sudah baikan. Tapi saya rasa ragu dengan pernyataan bapa uskup.

Mengapa, saya rasa belum seratus persen aman. Karena di belakang konflik ada kepentingan ekonomi. Intan Jaya dan Papua akan terus nyala, nyala dan nyala. Tidak tahu kapan baru benar-benar aman.

Bapa uskup sudah baca berita ini? Belum lama ini Presiden Jokowi sudah resmikan Smelter di Gresik, Jawa Timur di ujung perhelatan PON XX di Papua. Dan ini berhubungan dengan operasi pertambangan, militer dan eksploitasi sumber daya alam di Papua. 

Intan Jaya menjadi salah satu daerah yang akan mendapatkan perhatian serius dari sejumlah perusahaan untuk melakukan operasi pertambangan (Blok Wabu). Kemudian. Hasilnya akan dibawah ke Gresik untuk diolah.

Beberapa daerah lain seperti Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat dan lainnya yang mengandung potensi emas, uranium, nikel dan lainnya bisa saja mengalami hal yang sama. Sebab daerah-daerah konflik seperti itu identik dengan ambisi ekonomis - politis.

Dengan demikian, walaupun bapa uskup katakan sudah kondusif, dan bicara dengan Dandim atau Kapolres setempat, bukan tidak mungkin. Potensi konflik sudah ada di depan mata dan tinggal menunggu bom waktu saja. 

Dan saya yakin umat dan masyarakat sipil disana tidak akan tenang. Tidak akan tinggal di rumah. Pasti akan tinggalkan kampung halaman, ternak, kebun, gereja, selah, rumah sakit dan lain sebagainya. Mereka tidak akan pernah lagi merayakan misa dan memuji Tuhan dengan tenang dan damai. 

Karena konflik akan pecah kembali. Operasi militer akan kembali lanjut. Korban akan berjatuhan. Dan masyarakat adat atau umat setempat akan kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih.

Saya berharap bapa uskup membawa persoalan ini dalam forum para uskup di Indonesia, termasuk KWI. Kemudian bicara secara resmi atas nama KWI sebagai bukti bahwa gereja katolik Indonesia selalu ada bersama orang Papua. Lalu keluarkan semacam surat gembala dari KWI untuk perdamaian di tanah Papua.

Bukan hanya di bibir, kertas dan khotbah saja.

Sekali lagi, saya harap agar yang mulia sebagai Vikjen KWI memainkan peran penting untuk membicarakan ini dengan petinggi negara kita, sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan demi menghindari akan pecahnya konflik kembali di Papua.

Kemudian mendorong solusi damai yang adil. KWI harus menawarkan jalan damai yang alternatif yang kongkrit. Selain ikut mendikte dan mendorong dialog Jakarta-Papua. Kalau bisa menawarkan konsep perdamaian dalam skala yang lebih besar, luas dan hanya bisa menghadirkan pihak yang lebih netral, independen, berkompeten dan profesional.

Terakhir. Bapa uskup selaku Vikjen KWI juga sudah dengar beberapa kerinduan umat katolik di tanah Papua di wilayah keuskupan Timika. Bahwa mereka merindukan uskup baru keuskupan Jayapura dan Timika. Mereka mau supaya uskup baru itu harus dari kalangan pastor Katolik pribumi Papua.

Saya harap ini menjadi catatan tersendiri dan maklum. Mohon supaya KWI memperhatikan ini, tanpa harus mengugurkan doa, kerinduan dan harapan umat katolik di tanah Papua di ruang kerja-kerja pengurus KWI.

Suara itu harus sampai tembus di Tahta Suci Vatikan di Roma. Tak perlu dibelokan kiri kanan. Karena untuk menggembalakan umat di tanah seperti Papua yang selalu penuh ketidakpastian dan kelabu, membutuhkan peran serta dari para pemuka (uskup) asli Papua.

Ini baik untuk menenangkan hati semua pihak, yang dari mana saja hidup, menetap dan berkarya di tanah Papua. Baik juga untuk menyatukan dan mengikat perpecahan dari dalam tubuh gereja katolik di tanah Papua sendiri.

Demikian surat ini saya tulis agar bapa uskup baca dan dapat mempertimbangkan secara bijak. Tuhan memberkati. "Wa wa wa".

Dari: Soleman Itlay - umat Katolik di tanah Papua.

Alamat: Sementara tinggal di Jayapura.

Alamat Konfirmasi: dani.tribesman@gmail.com.

Jayapura Jumat, 16 Oktober 2021

Soleman Itlay Papua KWI
Opini Papua

Opini Papua

Previous Article

Papua Tanah Damai Yang Berada Dalam Ancaman...

Next Article

OAP Tidak Cinta Jokowi, OAP Hanya Trauma...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 27

Postingan Tahun ini: 82

Registered: May 23, 2021

Afrizal khoto

Afrizal khoto

Postingan Bulan ini: 20

Postingan Tahun ini: 88

Registered: Oct 25, 2021

Edi Purwanto

Edi Purwanto

Postingan Bulan ini: 14

Postingan Tahun ini: 50

Registered: Nov 8, 2021

Anton atong sugandhi

Anton atong sugandhi verified

Postingan Bulan ini: 12

Postingan Tahun ini: 28

Registered: Nov 25, 2021

Profle

Opini Papua

Pesan “Nabi Papua” Untuk Tanggal 1 Desember 2021   
Ada Dugaan Kecurangan Seleksi PPPK di Banyuwangi, Begini Modusnya
Pemilik Tempuh Jalur Hukum Setelah Satpol PP Tutup Sepihak Usaha Peternakan
Persiapan Porprov 2022, Tim Volly Putra Karangasem Bali Latih Tanding Bersama Tim Volly Putra Banyuwangi

Follow Us

Recommended Posts

Pengibaran Bendera Bintang Kejora Di Papua, Apa Masalahnya?
Pesan “Nabi Papua” Untuk Tanggal 1 Desember 2021   
Tony Rosyid: Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik
Siaran Pers JDRP2-007/sp/XI/2021
Harta Alam Melegalkan Kematian 'OAP'