Pulau Misol Sampai Samarai Ada Dalam Rencana Allah

Pulau Misol Sampai Samarai Ada Dalam Rencana Allah

PAPUA - Siapkan sedikit waktu untuk mengetahui rencana Tuhan untuk masa depan bangsa Papua dari Pulau Misol sampai Samarai. Anda percaya atau tidak percaya, suara profetik ini sudah saatnya kami buka kepada publik, agar bangsa Papua (baik Papua Barat dan Papua Timur - PNG), serta dunia perlu mengetahui rencana Tuhan untuk masa depan bangsa Papua. Mohon membantu saya untuk menyebarkan visi Tuhan ini kepada sesama bangsa Papua dari Pulau Misol sampai Samarai di mana saja berada. Trimakasih. SAALOM

"SYUKUR BAGIMU TUHAN. Trimakasih ya Allah atas perkenaan-Mu, tibalah saatnya kami membuka sedikit rahasia yang Engkau singkapkan kepada hambamu yang hina dina ini, agar bangsa Papua dan dunia tahu tentang rencana dan kehendakMu yang sedang Engkau wujudkan di atas Tanah Papua. Amin".

Lewat tulisan ini kami membuka sedikit rahasia Allah yang Tuhan singkapkan kepada kami melalui Roh Kudus dan penglihatan. Rencana manusia dunia bertolak belakang dengan rencana Allah untuk masa depan bangsa Papua, baik Papua Timur (PNG) dan Papua Barat.

Tanah Papua menjadi perebutan para konglomerat negara-negara dunia. Sehingga di masa lalu, Tanah Papua dibagikan ke dalam tiga wilayah, yaitu: Papua Timur dibagi menjadi dua wilayah yaitu Papua Timur bagian Utara dikuasai oleh negara Jerman dan Papua Timur bagian Selatan dikuasai Kerajaan Inggris cq Australia; dan wilayah ketiga adalah Papua Barat berada di bawah kekuasaan Belanda. Papua Timur Laut disebut Jerman Niguni dan Papua Timur yang lain disebut New Guinea, sedangkan Papua Barat disebut NEDERLAND NIEUW GUINEA (Papua Belanda). 

Pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914 membuat Jerman terlibat konflik dengan Inggris, dan partai-partai perang lainnya. Koloni-koloni Jerman di Pasifik Selatan lalu jatuh ke tangan Jepang, sekutu Inggris, dan Australia, yang pada saat itu merupakan wilayah kekuasaan semi-independen Inggris

"Australia dan Selandia Baru memasuki Perang Dunia I, bahkan tanpa diminta oleh Inggris, karena mereka telah memerangi Jerman selama beberapa dekade, " kata Hawes. "Pemerintah Australia dan Selandia Baru sudah lama menuntut agar pemerintah Inggris  mengambil tindakan terhadap Jerman di Pasifik Selatan, jadi, ketika ada kesempatan, mereka langsung menduduki koloni-koloni ini."

"Bukannya Jerman setuju menyerahkan wilayah itu, " lanjut Hawes. "Tapi mereka tidak punya pilihan lain. Itu adalah akibat dari kebijakan (pemimpin Jerman) Bismarck yang menghancurkan."

Menyusul kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, Perjanjian Versailles lalu ditandatangani tahun 1919, yang juga melucuti kepemilikan kolonial Jerman, termasuk Deutsch-Neuguinea.

Akhirnya Papua Timur bagian Utara yang dikuasai oleh Jerman diserahkan kepada Inggris. Kerajaan Inggris menyerahkan Papua New Guinea (PNG) ke tangan Australia untuk menjadi wali guna mempersiapkan PNG menjadi bangsa merdeka berdaulat. Pada tahun 1975 PNG merdeka dan menjadi bagian dari Negara Persemakmuran Ingris Raya. Kepala negara PNG adalah Ratu Inggris dan kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Artinya PNG berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris karena kepala negaranya adalah Ratu Kerajaan Inggris.

Sedangkan status politik Papua Barat disiapkan dengan baik oleh Kerajaan Belanda sehingga pada 19 Oktober 1961 dalam forum resmi Kongres I Papua mendeklarasikan "Manifesto Politik Bangsa Papua", dan kemerdekaan itu diumumkan secara resmi pada 1 Desember 1961 diiringi pengibaran Bendera Bintang Fajar. 

Namun, pada 19 Desember 1961 presiden Soekarno mengumumkan TIGA KOMANDO RAKYAT (TRIKORA) untuk menganeksasisi bangsa Papua ke dalam NKRI. Melalui permainan politik yang tingkat tinggi, Belanda terpaksa secara sepihak menyerahkan bangsa Papua kepada kekuasaan Negara Indonesia. Ini terjadi atas permainan presiden John F Kennedy dan para sekutunya untuk kepentingan ekonomi, politik dan keamanan kawasan Asia Pasifik.

Hingga kini bangsa Papua masih berada di bawah kekuasaan NKRI atas dukungan para sekutunya yang sudah lama bersekongkol untuk menguasai Tanah Air Papua sambil memusnahkan etnis Papua ras Melanesia.

Antara tanggal 15 Agustus 1962 sejak perjanjian New York ditanda tangani sampai 30 September 1962 adalah masa transisi atau masa persiapan bagi warga Belanda untuk pulang ke Tanah Airnya Belanda; sedangkan bagi bangsa Papua bersiap-siap untuk menerima kedatangan sebuah badan PBB (UNTEA). Pada tanggal 1 Oktober 1962 sampai 30 April 1963 adalah masa transisi di bawah kekuasaan PBB (UNTEA). Masa ini adalah masa peralihan dari badan PBB UNTEA kepada Negara Indonesia. Pada 1 Mei sampai puncak PEPERA 1969 adalah masa transisi di bawah kekuasaan NKRI. Masa ini adalah masa di mana Negara Indonesia memainkan invasi politik dan militer terbuka maupun tertutup di Papua untuk memenangkan Penentuan Nasib Sendiri bagi bangsa Papua pada tahun 1969. Dan akhirnya bangsa Papua menjadi bagian dari NKRI melalui PEPERA yang penuh manipulatif yang disebut CACAT HUKUM, CACAT DEMOKRASI dan CACAT MORAL. 

Pada tahun 1969 Negara Indonesia memberlakukan Otonomi luas dan real untuk mempertahankan Papua dalam bingkai NKRI. Kemudian pada 21 Oktober 2001 Negara Indonesia memberlakukan UU OTSUS Papua, dan pada tanggal 15 Juli 2021, UU OTSUS Papua diperpanjang lagi hingga tahun 2041. 

Tujuan pemberlakuan UU OTSUS periode pertama adalah menguasai Tanah Air Papua dan membantai orang asli Papua dalam 20 tahun, tetapi karena orang asli Papua belum habis dibunuh, maka Negara Indonesia memperpanjang UU OTSUS selama 20 tahun lagi sampai tahun 2041. Strategi pembasmian etnis Papua semakin ditingkatkan di era pandemi corona. Tetapi jangan takut, kita punya Tuhan yang dasyat.

UU OTSUS Papua didukung para sekutunya, terutama Uni Eropa. Bahkan ada negara yang menjadi pendonor dana OTSUS. Para sekutunya memang dari dahulu mendukung Papua Barat dalam bingkai NKRI, karena alasan kerja sama di bidang ekonomi untuk eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Papua. Selama ini negara negara di dunia (sekalipun tidak semua) menggertak Jakarta dengan isu Papua merdeka bertujuan untuk mendapatkan sesuatu dari RI. 

Bangsa PAPUA menjadi korban konspirasi Global. Bangsa Papua menjadi korban dari dua ideologi, yaitu IDEOLOGI LIBERAL yang dianut oleh negara negara Barat dan IDEOLOGI SOSIALIS KOMUNIS yang dianut oleh negara negara TIMUR secara singkat disebut korban dari BLOK BARAT (Amerika dan sekutunya) dan BLOK TIMUR (Rusia dan sekutunya). Hingga kini bangsa Papua tetap menjadi korban dari dua ideologi itu.

Bangsa Papua menjadi korban di atas korban. Bangsa Papua sudah merdeka secara bertahap pada 1 Desember 1961, namun dianeksasi secara sepihak tanpa melibatkan orang asli Papua ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1960-an; dan penentuan nasib sendiri yang dimanipulasi oleh Negara Indonesia pada tahun 1969 adalah akar masalah dari konflik yang berkepanjangan di Tanah Papua bagian barat.

Bangsa Papua sudah merdeka berdaulat secara bertahap diawali dengan pendeklarasian MANIFESTO POLITIK bangsa Papua pada 19 Oktober 1961 dan diumumkan secara resmi pada 1 Desember 1961 dengan ditandai pengibaran bintang kejora. Kemerdekaan itu SAH secara defacto dan hanya de jure yang belum diakui, walaupun saat itu hanya tiga negara yang sudah mengakui yaitu: wakil dari Kerajaan Belanda dan Australia hadir dalam upacara itu, dan negara Indonesia melalui TRIKORA 19 Desember 1961, presiden Soekarno mengakui adanya negara Papua dan mengakui adanya bendera bintang kejora berkibar di Papua; namun presiden Soekarno bertekad untuk membubarkan Negara Papua dan kemauannya berhasil, karena di dukung penuh oleh presiden Amerika Serikat dan para sekutu lainnya.

Selama puluhan tahun, bangsa Papua mencari jalan ke luar untuk terbebas dari penjajahan NKRI dan para sekutunya, tetapi kita tidak menemukan jalan ke luar. Kita bersyukur bahwa melalui pergumulan panjang, Tuhan memberitahu kepada kami bahwa Tuhan Allah siap memulihkan kemerdekaan bangsa Papua, 1 Desember 1961. Sehingga atas kehendak dan perintah Tuhan Allah, kami telah mengumumkan "DEKLARASI  PEMULIHAN BANGSA PAPUA LAHIR BARU DI DALAM TUHAN" sekaligus mengumumkan berdirinya KERAJAAN TRANSISI PAPUA, serta meluncurkan sebuah buku berjudul: "BERGULAT MENUJU TANAH SUCI PAPUA" pada tanggal 1 Desember 2020 jam 12 siang di Aula Tunas Harapan Abepura - Jayapura - Papua. 

Setelah DEKLARASI itu, kami menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat (Polsek Abepura), dan atas pertolongan Tuhan, kami mempertanggung jawabkan deklarasi itu hanya dalam 30 menit. Hingga sampai detik ini, Negara Indonesia belum merespon deklarasi itu dan mereka tidak berani periksa dan tahan saya, karena kekuasaan Tuhan menyertai kami untuk mewujudkan rencana Allah di atas Tanah Air Papua. 

Pada hal proklamasi yang pernah dilakukan oleh Dr Thomas Wanggai, cs pada 14 Desember 1988 di lapangan Mandala di Jayapura, Dr Thom dan para pengikut ditangkap dan dipenjara; Proklamasi yang dilakukan oleh tuan David Heramba, BA, cs pada 3 Juli 1982 di Taman Imbi - Jayapura, tuan David ditangkap dan dipenjara bersama para pengikutnya; Deklarasi yang dilakukan oleh tuan Forkorus Yaboisembut, cs di Lapangan Zakeus Padang Bulan - Jayapura pada 19 Oktober 2011, tuan Forkorus dan kami 5 orang ditahan serta dipenjara. 

Sementara beberapa proklamasi dan deklarasi di bawah ini yang terjadi di luar negeri dan di hutan belantara Papua yang sulit dijangkau oleh TNI POLRI, sehingga para aktornya tidak ditangkap dan tidak dipenjara, antara lain: proklamasi 1 Juli 1971 oleh tuan Zeth Rumkorem, cs dilakukan di dekat perbatasan di wilayah PNG, proklamasi 27 November 1998 oleh tuan Maikel Kareth, cs dilakukan di Belgia, Deklarasi Pemerintahan Sementara Republik Papua Barat oleh tuan Benny Wenda terjadi di Inggris pada 1 Desember 2020. 

Sedangkan "Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua Lahir Baru Dalam Tuhan" yang kami JDRP2 lakukan pada 1 Desember 2020 sekaligus mengumumkan berdirinya KERAJAAN TRANSISI PAPUA, kami sudah serahkan diri seusai deklarasi itu ke Polsek Abepura - Jayapura, tetapi sampai saat ini NKRI melalui kepolisian Indonesia tidak berani periksa dan menahan serta memenjara kami. Hal ini terjadi karena tangan Tuhan menyertai kami untuk mewujudkan rencana-Nya di atas Tanah Papua. Inilah mukjizat besar yang Tuhan lakukan dalam sejarah perjuangan keselamatan bangsa Papua. Ada tertulis dalam kitab Roma pasal 8 ayat 31(b) "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" Dan ada pula tertulis dalam injil Lukas pasal 18 ayat 27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." 

Pertanyaannya adalah mengapa deklarasi pemulihan kemerdekaan bangsa Papua dan pengumuman berdirinya KERAJAAN TRANSISI PAPUA yang kami umumkan di Aula Asrama Tunas Harapan Abepura - Jayapura TIDAK DIRESPON oleh Negara Indonesia? Jawabannya adalah kami JDRP2 bertindak sesuai kehendak dan perintah Tuhan, sehingga Tuhan mengamankan dan melindungi kami dengan maksud pada waktu-Nya nanti, Allah akan mewujudkan rencana dan kehendak-Nya di atas Tanah Papua. "Seperti kilat atau petir memancar di langit, demikian pula pemulihan bangsa Papua akan terjadi", demikian pesan Tuhan melalui utusan-Nya.

Sejak tanggal 12, bulan 12, pada tahun 2012, pada jam 12 siang Tuhan telah mengambil alih perjuangan bangsa Papua. Rencana manusia sudah terbukti gagal dan akan terus gagal, dan akan terwujud adalah rencana dan kehendak Allah. Tak ada kuasa apapun yang akan membatalkan rencana Tuhan yang sedang diwujudkan di atas Tanah Papua. Tuhan sudah membuka pintu rahmat bagi bangsa Papua melalui "deklarasi pemulihan bangsa Papua lahir baru dalam Tuhan" pada 1 Desember 2020 di Aula Asrama Tunas Harapan di Padang Bulan - Jayapura yang dimotori oleh Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua (JDRP2), maka tak ada kuasa apapun di dunia ini yang akan menutup pintu rahmat itu.

Proklamasi atau Deklarasi yang diumumkan oleh para tokoh Papua sangat berbeda dengan Deklarasi Pemulihan Kemerdekaan Bangsa Papua lahir baru dalam Tuhan yang kami JDRP2 umumkan pada 1 Desember 2020. Semuanya akan terbuka secara jelas indah pada waktu Tuhan. Dan perbedaannya bisa dilihat dalam buku berjudul: "BERGULAT MENUJU TANAH SUCI PAPUA" yang kami sudah bagikan dalam bentuk PDF melalui WA. 

Tuhan melalui utusan-Nya telah sampaikan kepada kami pada tanggal 31 Januari 2021 jam 12 siang bahwa KEMERDEKAAN PAPUA secara jasmani (politik) SUDAH TUNTAS sejak pengumuman Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua lahir baru di dalam Tuhan" dengan berdirinya "Kerajaan Transisi Papua" sejak 1 Desember 2020. Yang belum TUNTAS adalah ORANG PAPUA belum BERTOBAT dari salah dosa, belum BERDAMAI dan belum BERSATU di dalam kehendak Tuhan, bukan bersatu di dalam kehendak manusia yang sarat dengan ambisi dan kesombongan. Karena itu, sebelum Tuhan mewujudkan kehendak-Nya di atas tanah Papua, Tuhan Allah sedang memberi kesempatan bagi orang asli Papua yang belum bertobat untuk bertobat. Pada waktu-Nya Tuhan akan mengakhiri penjajahan di atas tanah Papua dengan cara-Nya. Demikian pesan Tuhan melalui utusan-Nya.

Sebelum terlambat, segera bertobat dari salah dosa dan menjaga kekudusan dalam kebenaran Firman Tuhan. Karena sesuai petunjuk Tuhan, hanya orang Papua yang sudah bertobat saja yang diizinkan Tuhan memasuki Kerajaan Transisi Papua. Ingat:  bagi yang mengeraskan hati dan tidak bertobat, dibunuh oleh para laskar kristus yang diberi tugas khusus untuk mencabut nyawa. Proses pembersihan (pembunuhan) itu sedang berlangsung dari tanggal 7 Januari 2019 sampai puncak pemulihan kemerdekaan bangsa Papua nanti.

Sesuai rencana-Nya: Allah mau melepaskan pulau besar Papua dan pulau pulau kecil di sekitarnya, yaitu dari pulau Misol sampai Samarai. Karena yang dikatakan bangsa Papua adalah semua suku bangsa asli yang mendiami di pulau Papua dari ujung sampai ujung dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk di dalamnya sesama manusia dari suku bangsa lain yang sudah ditentukan dan dipilih oleh Allah. Tuhan Allah punya rencana besar bagi bangsa Papua. Kemerdekaan bangsa Papua adalah kemerdekaan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Setelah Papua dipulihkan, bangsa Papua akan melakukan dua tugas besar yaitu: pertama, jemaat/ umat Tuhan akan bersatu dalam SATU GEREJA. Nama Gereja baru itu ada di dalam Kitab Suci. Pada waktu-Nya, nama Gereja baru yang dikehendaki Tuhan itu akan dibuka atas perintah Tuhan melalui abdi-Nya. Yesus Kristus sebagai kepala Gereja hendak datang untuk memimpin kerajaan 1.000 tahun, maka jemaat atau umat Tuhan sebagai tubuh-Nya harus bersatu di dalam SATU GEREJA, ini sesuai kehendak Allah. Tugas kedua setelah Papua merdeka adalah bangsa Papua akan dipakai Allah menjadi saksi bagi dunia untuk menyerukan PERTOBATAN dan ajakan untuk PERCAYA kepada INJIL kepada bangsa-bangsa di dunia, karena YESUS sedang datang ke dunia ini untuk memimpin Kerajaan 1.000 tahun; dan bangsa Papua akan bersaksi melalui perbuatan amal, yaitu membagikan berkat susu madu yang Allah siapkan di Tanah Air Papua kepada bangsa bangsa lain di dunia. Demikian pesan Tuhan dalam penglihatan dua hari dua malam berturut-turut pada bulan September 2017 dan penglihatan itu sedang dalam proses penggenapan.

Saudara-saudari ku, bangsa Papua dari kepulauan Misol sampai Samarai, kesaksian kami ini benar dan bersumber dari Tuhan; dan ini disampaikan melalui utusan-Nya dalam penglihatan dan dari Roh Kudus. Karena itu, melalui tulisan ini, kami juga menyampaikan kepada semua penduduk Papua New Guinea (PNG) juga segera bertobat dari salah dosa dan menjaga kekudusan dalam kebenaran firman Tuhan. Karena Tuhan Allah hendak memulihkan pulau besar Papua dan pulau pulau kecil di sekitarnya. Tuhan sudah memerdekakan Papua Timur (PNG) secara jasmani (politik) pada tahun 1975 untuk menolong saudaramu bangsa Papua Barat, karena kita adalah satu bangsa, yaitu bangsa Papua, satu tanah air, yaitu Tanah Air Papua. 

Saudara saudari ku, bangsa Papua Timur (PNG), Anda lebih dahulu Tuhan siapkan untuk kemerdekaan jasmani (kemerdekaan politik), tetapi Anda PNG belum merdeka secara rohani, sama halnya juga Papua Barat. Puji Tuhan, pada beberapa waktu lalu, setelah disetujui oleh Parlemen PNG, Perdana Menteri Deklarasikan Negara PNG menjadi "Negara Kristen". Deklarasi itu sesuai kehendak Tuhan, karena pulau besar Papua dan pulau pulau kecil di sekitarnya pada waktu-Nya, akan dipulihkan oleh Tuhan Allah menjadi "TANAH SUCI PAPUA". Ketika bangsa Papua Barat dipulihkan oleh Tuhan secara jasmani dan rohani, pada waktu yang sama bangsa Papua Timur (PNG) juga akan dipulihkan secara rohani, karena secara jasmani bangsa Papua Timur (PNG) sudah merdeka pada tahun 1975. 

Walaupun PNG sudah merdeka secara politik (kemerdekaan jasmani), tetapi kepala Negara PNG adalah Ratu Inggris. Sedangkan kepala Pemerintahan saja diberikan kewenangan penuh kepada bangsa PNG untuk menjalankan roda pemerintahan. Artinya PNG masih ada di bawah kekuasaan Inggris walaupun sudah merdeka secara politik. Memang hal ini terjadi demikian, bukan kehendak Inggris atau Australia atau PNG, tetapi memang ini kehendak Allah. Pada waktu-Nya, Allah akan melepaskan bangsa Papua dari pulau Misol sampai Samarai dari segala ikatan tirani dosa dan tirani para kolonial. Karena bangsa Papua adalah bangsa perjanjian atau bangsa alternatif menjelang akhir zaman. 

Karena itu, sesuai petunjuk Tuhan pada hari Minggu 8 Agustus 2021 bahwa bangsa Papua Barat dan bangsa Papua Timur (PNG) harus mengambil waktu doa puasa 40 hari 40 malam serentak untuk pertobatan (pemulihan diri). Doa puasa serentak dari Pulau Misol sampai Samarai ini harus disiapkan secara baik agar setiap orang Papua, baik Papua Barat dan PNG dipulihkan oleh Tuhan indah pada waktu-Nya, demikian pesan Tuhan melalui utusan-Nya. Memang khusus untuk Papua Barat doa puasa 40 hari 40 malam telah dilaksanakan antara tanggal 4 April sampai 14 Mei 2021, tetapi tidak semua ikut serta dalam doa puasa yang kita sudah lakukan, ini terjadi karena memang ada yang tidak tahu tentang jadwal doa puasa, dan ada pula yang tahu, tetapi malas tahu. 

Karena itu, doa puasa kali ini nanti kita bersama disiapkan secara baik, agar doa puasa ini serentak dilakukan, baik Papua Barat dan Papua Timur (PNG), artinya semua orang Papua di mana saja berada terlibat penuh dalam doa puasa 40 hari 40 malam, sama seperti doa puasa yang dilakukan oleh bangsa Niniwe di mana semua aktifitas berhenti  total selama 40 hari 40 malam. Ini perintah Tuhan, maka suka atau tidak suka bangsa Papua, baik Papua Barat maupun Papua Timur (PNG) harus lakukan. 

Karena itu, berita penting ini kita harus mulai sosialisasikan kepada setiap orang Papua baik di Papua Barat, Papua Timur (PNG) dan orang Papua di rantauan (diaspora), agar pada saatnya kita bersama mensukseskan doa puasa 40 hari 40 malam serentak dari pulau Misol sampai Samarai dan di mana pun orang Papua berada, agar bangsa Papua secara keseluruhan dipulihkan Allah indah pada waktu-Nya, untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini sebagai Raja memimpin Kerajaan 1.000 tahun. 

Camkanlah bahwa kami tidak bertindak atas kehendak kami sendiri, tetapi atas kehendak Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus. Jika kami bertindak atas kehendak kami, maka sesungguhnya kami sudah diperiksa dan ditahan serta dipenjara oleh NKRI melalui kepolisian Indonesia sejak kami serahkan diri, setelah kami mengumumkan "Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua Lahir Baru Dalam Tuhan" dan mengumumkan berdirinya "Kerajaan Transisi Papua" pada 1 Desember 2020. 

Supaya kita ketahui bahwa Undang-Undang Dasar Kerajaan Transisi Papua sesuai kehendak Tuhan adalah SEPULUH PERINTAH ALLAH ditambah HUKUM KASIH. Dan Asas Dasarnya adalah 12 Asas Keutamaan Papua yang dijiwai dan dihidupi oleh Tuhan Yesus pada 2.000 tahun yang lalu. Bendera Kerajaan Transisi Papua adalah "Bintang Salib". Pemimpin Kerajaan Transisi Papua adalah Wali Kerajaan Transisi, bukan Raja. Kerajaan Transisi Papua adalah kerajaan sementara untuk mempersiapkan datangnya KERAJAAN 1.000 tahun yang akan dipimpin oleh raja di atas segala raja yaitu YESUS KRISTUS. 

Hingga saat ini, saya tidak tahu susunan kabinet dari Kerajaan Transisi Papua itu. Puji Tuhan, sesuai petunjuk Tuhan pada tanggal 31 Januari 2021 jam 12 siang, melalui utusan-Nya memberitahu kami bahwa kabinet Kerajaan Transisi Papua sedang disiapkan oleh Tuhan dan pada waktu-Nya kabinet itu, Tuhan Allah melalui utusan-Nya akan diturunkan atau disampaikan kepada hamba-Nya. 

Setelah pemulihan kemerdekaan bangsa Papua dari Pulau Misol sampai Samarai, ada sesuatu yang luar biasa akan terjadi di atas bangsa Papua. Karena bangsa Papua adalah bangsa alternatif menjelang akhir zaman. Tentang hal ini belum saatnya kami buka ke publik, walaupun tentang hal itu secara lisan saya sudah cerita kepada sesama Papua tertentu. Pada waktu-Nya rahasia itu akan dibuka ke publik.

Manusia bisa merencanakan, tetapi Tuhanlah yang menentukan. Banyak manusia berlomba-lomba untuk memilikinya, tetapi Tuhanlah yang menentukan SEGALANYA. 

Setelah membaca artikel ini, pasti ada yang tidak percaya dengan rahasia Allah untuk masa depan bangsa Papua yang kami buka kepada publik. Ini visi Allah untuk masa depan Bangsa Papua, bukan visi misi dari manusia. Kita lakukan apa yang kita bisa lakukan yaitu bertobat dari salah dosa, berdamai dan bersatu di dalam kehendak Tuhan. Soal pemulihan kemerdekaan bangsa Papua itu urusannya Tuhan. Karena pada tanggal 12, bulan 12, tahun 2012, pada jam 12 siang Tuhan sudah ambil alih perjuangan Papua. Dan sesuai kehendak dan atas perintah Tuhan, kami JDRP2 sudah mengumumkan deklarasi pemulihan kemerdekaan bangsa Papua dan Kerajaan Transisi Papua sudah berdiri sejak 1 Desember 2020 pada jam 12 siang. 

Sekali lagi, kami tidak bertindak atas kehendak kami sendiri, tetapi bertindak sesuai kehendak dan atas perintah Tuhan melalui utusan-Nya dan dengan tuntunan Roh Kudus. Pasti ada orang mencaci maki saya, silahkan! Pasti ada pula yang mencap saya nabi palsu, silahkan! Semua fitnah dan tuduhanmu itu hanya mendatangkan dosa atas dirimu, tetapi saya telah berdoa kepada Tuhan, agar Tuhan mengampuni dosamu, karena Anda tidak tahu rencana dan ketetapan Tuhan untuk masa depan bangsa Papua. Dahulu para nabi dan rasul juga dicaci maki, dihina, disiksa, dipenjara, dan lain sebagainya.

Tugas saya adalah menyampaikan nubuatan yang datang dari Tuhan, tentang masa depan bangsa Papua, agar diketahui oleh bangsa Papua, agar siap sedia sebelum waktu-Nya tiba. Karena bagi orang Papua yang tidak bertobat dari salah dosa, tidak berdamai dan tidak bersatu di dalam kehendak Tuhan, tidak layak masuk ke Tanah Suci Papua; di sana di Tanah Suci Papua akan dihuni oleh orang-orang yang lolos dari berbagai pencobaan dan menang dari tantangan zaman, yang telah menyucikan jubahnya dalam darah Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus. Orang-orang yang diperkenankan Tuhan memasuki Tanah Suci Papua, itulah yang akan dipakai Allah menjadi saksi bagi dunia menjelang akhir zaman, untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini memimpin Kerajaan 1000 tahun. Demikian pesan Tuhan melalui penglihatan dan dari Roh Kudus kepada ku. Tentang hal hal ini, Tuhan sudah mulai singkapkan kepada hamba Tuhan atau umat/ jemaat tertentu. Masih ada rahasia lain yang Tuhan singkapkan kepada saya untuk masa depan bangsa Papua. 

Sebab ada tertulis dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 2 ayat 17 sampai 18 (TB) "Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat", (Bdk Kitab Yoel 2:28-29).

Nubuatan ini kami buka sebelum waktunya tiba, agar semua dapat mengikutinya. Ini rencana dan ketetapan Allah, maka Allah sedang dalam proses mewujudkan rencana dan ketetapan-Nya di atas Tanah Air Papua. Ada tertulis dalam injil Lukas pasal 18 ayat 27 (TB) Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." 

Akhirnya, "Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar" (Wahyu 13:9).

Terimakasih ya Allah, kami telah membuka sedikit rahasia tentang masa depan bangsa Papua yang tidak lama lagi Engkau akan pulihkan. Agar dunia tahu bahwa Bangsa Papua dari pulau Misol sampai Samarai adalah bangsa yang diberkati dan bangsa alternatif menjelang akhir zaman, yang akan bergandeng bersama dengan bangsa Israel pilihan-Mu untuk mempersiapkan kedatangan Yesus Kristus untuk memimimpin Kerajaan 1.000 tahun. Memang benarlah doa Yesus dalam injil Lukas pasal 10 ayat 21 "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu." 

Ya Bapa biarlah kehendakMu menjadi nyata di atas tanah ini, agar dunia tahu bahwa bangsa Papua adalah bangsa perjanjian yang akan dipakai menjadi saksi-Mu menjelang akhir zaman. Trimakasih ya Bapa, Engkau sudah memulainya dari Israel dan Engkau akan mengakhirinya di Papua. 

Memang benarlah, ya Bapa sedang terjadi penggenapan firman-Mu dalam kitab 1 Korintus pasal 1 ayat 27 sampai 29 "Apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah." Kami imanani atas semua janji-Mu ya Bapa yang sedang dalam proses penggenapan. Biarlah janji-Mu itu terjadi di Tanah Papua dari pulau Misol sampai Samarai dan di bumi ini indah pada waktu-Mu. Terpujilah nama-Mu ya Allah Tritunggal, kekallah kasih dan keadilan-Mu untuk selama-lamanya. Amin.

Jayapura West Papua, 26 Agustus 2021

Oleh: SELPIUS BOBII (Koordinator Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua.

Sekertariat: Jl. Yakonde - Padang Bulan Abepura - Jayapura - West Papua, Kontak: 082399381321

Papua Opini publii
Opini Papua

Opini Papua

Previous Article

Kenapa Victor Yeimo Tidak Dibebaskan Sedangkan...

Next Article

Kejora Hingga Akhir

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 27

Postingan Tahun ini: 82

Registered: May 23, 2021

Afrizal khoto

Afrizal khoto

Postingan Bulan ini: 20

Postingan Tahun ini: 88

Registered: Oct 25, 2021

Edi Purwanto

Edi Purwanto

Postingan Bulan ini: 14

Postingan Tahun ini: 50

Registered: Nov 8, 2021

Anton atong sugandhi

Anton atong sugandhi verified

Postingan Bulan ini: 12

Postingan Tahun ini: 28

Registered: Nov 25, 2021

Profle

Opini Papua

Pesan “Nabi Papua” Untuk Tanggal 1 Desember 2021   
Ada Dugaan Kecurangan Seleksi PPPK di Banyuwangi, Begini Modusnya
Pemilik Tempuh Jalur Hukum Setelah Satpol PP Tutup Sepihak Usaha Peternakan
Persiapan Porprov 2022, Tim Volly Putra Karangasem Bali Latih Tanding Bersama Tim Volly Putra Banyuwangi

Follow Us

Recommended Posts

Pengibaran Bendera Bintang Kejora Di Papua, Apa Masalahnya?
Pesan “Nabi Papua” Untuk Tanggal 1 Desember 2021   
Tony Rosyid: Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik
Siaran Pers JDRP2-007/sp/XI/2021
Harta Alam Melegalkan Kematian 'OAP'